kesehatan

7 Tanaman sekitar kita ini kaya manfaat lho ! nomer 4 mudah sekali didapat

Tanaman obat adalah tumbuhan yang diketahui memiliki manfaat menyembuhkan atau mencegah penyakit. Di Indonesia sendiri ada beragam jenis tanaman obat yang menurut penelitian memang ampuh menyehatkan.

Imunolog sekaligus peneliti herba Profesor dr Edi Dharmana, MSc, PhD, SpParK, dari Universitas Diponegoro mengatakan tanaman obat sering dimanfaatkan karena mudah ditemukan di Indonesia. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang melakukan domestikasi tanaman (membudidayakan tanaman liar ke dalam lingkungan sehari-hari).

“Obat-obat herbal itu memang sejarahnya sudah lama, mungkin ribuan tahun dipakai orang seluruh dunia termasuk di Indonesia,” kata Prof Edi beberapa waktu lalu.

Nah tanaman obat apa saja yang terkenal di Indonesia dan bagaimana khasiatnya? Simak rangkuman detikHealth berikut:

Temulawak termasuk tanaman obat yang populer di Indonesia.Temulawak termasuk tanaman obat yang populer di Indonesia. Foto: M Reza Sulaiman

  • Temulawak (Curcuma zanthorrhiza)

Temulawak adalah tanaman obat yang masih satu keluarga dengan jahe. Mantan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) Dr Roy Sparringa pernah menyebut kalau temulawak digunakan lebih dari 900 produk obat tradisional yang terdaftar, menjadikannya sebagai tanaman obat unggulan dari Indonesia.

“Temulawak tercatat merupakan tanaman asli Jawa, dan akhirnya mulai menyebar dan ditemukan juga di Asia Tenggara, Indocina, Tiongkok, Jepang, Korea, hingga Barbados dan Amerika Serikat. Dari semua itu, temulawak terbaik tetap yang berasal dari Indonesia,” tutur Roy.

Dijelaskan Roy bahwa temulawak memiliki banyak manfaat. Selain terkenal untuk menambah nafsu makan dan menjaga sistem kekebalan tubuh, temulawak juga berfungsi untuk memelihara fungsi hati, antioksidan, memperbaiki fungsi pencernaan, hingga mampu menurunkan kadar lemak dalam darah.

  • Saga (Abrus precatorius)

Tanaman obat Saga bisa dengan mudah ditemukan di pinggir jalan. Menurut Kepala Pengelola Kampoeng Djamoe Organik Cikarang Heru Wardana daun saga bisa digunakan sebagai obat batuk atau masalah tenggorokan.

“Bisa ambil daunnya, kunyah, lalu lepeh. Untuk ibu hamil juga bisa, karena efeknya ke tenggorokan aja nggak sampai badan. Jadi jangan jadikan jamu kambing hitam pada ibu hamil,” tutur Heru.

  • Bangle (Zingiber cassumunar)

Bangle adalah tanaman obat berbatang semu, tumbuh tegak, dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Bangle masih satu keluarga dengan temulawak, kunyit, kencur, dan jahe.

Menurut buku “Tanaman Obat Keluarga” Bangle mengandung mineral, albumin, dan minyak atsiri yang membuatnya berkhasiat sebagai antiradang meredakan nyeri hingga demam.

  • Meniran (Phyllanthus urinaria)

Meniran merupakan tanaman semak biasa ditemui di lapangan maupun pinggir jalan. Keberadaannya seringkali diabaikan karena kerap dianggap tanaman liar, padahal sebenarnya tanaman obat ini memiliki banyak manfaat.

Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, dr Helmin Agustina Silalahi, mengungkapkan meniran merupakan herbal yang sudah terbukti membantu penyembuhan saat flu. Sebab, kandungannya dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

“Karena dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, maka saat batuk dapat juga membantu mempercepat pemulihannya,” ujar dr Helmin kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

  • Seledri (Apium graveolens)

Daun seledri yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan sebetulnya adalah tanaman obat dengan manfaat mampu menurunkan hipertensi. Seledri menurut beberapa ahli tengah dikembangkan sebagai fitofarmaka, yaitu obat dari bahan herba yang terbukti keamanan dan khasiatnya karena telah melalui uji klinik.

Tanaman obat mengkudu sering disebut baik untuk diabetes.Tanaman obat mengkudu sering disebut baik untuk diabetes. Foto: thinkstock

  • Mengkudu (Morinda citrifolia)

Mengkudu masih satu keluarga dengan tanaman kopi-kopian. Buah mengkudu yang terkenal pahit disebut beberapa penelitian dapat membantu kondisi penyakit jantung hingga diabetes.

Kandungan polisakarida dalam mengkudu disebut ahli dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Ediati Sasmito, Apt, dapat dimanfaatkan sebagai immunostimulator untuk membantu menormalkan sistem imun. Dalam penelitiannya Prof Edi berusaha melihat manfaat konsumsi suplemen mengkudu untuk pasien kanker.

“Kita tahu obat kanker yang dikonsumsi dapat menurunkan sistem imun, sehingga dengan diberikan immunostimulator dari mengkudu. Sistem imun pasien dapat kembali normal,” katanya.

  • Kumis kucing (Orthosiphon aristatus)

Menurut dr Danang Ardiyanto dari Klinik Saintifikasi Jamu milik Balitbangkes Kemenkes RI tanaman obat kumis kucing dapat dimanfaatkan untuk melancarkan buang air kecil. dr Danang sendiri biasa mengkombinasikan kumis kucing dengan tanaman obat lain untuk membuat ‘ramuan’ yang berkhasiat.

“Secara ilmiah daun kumis kucing melancarkan buang air kecil, seledri melebarkan pembuluh darah, temulawak untuk kesegaran tubuh dan meniran untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi dalam satu formula ada macam-macam isinya. Ini filosofi jamu,” kata dr Danang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *